loading...

Menangkap langkah sang waktu

Menangkap langkah sang waktu - puisi | Ingin sekali menangkap langkah sang waktu Memasang jerat tak terlihat dijalan yang biasa dilalui Lalu dengan hati bahagia, mata berbinar dan wajah berseri-seri Akan kuikat dan kugotong atau kuseret-seret ke ruang gelap Tak berpintu, tak berjendela

Ingin sekali menangkap langkah sang waktu
Memasang jerat tak terlihat dijalan yang biasa dilalui
Lalu dengan hati bahagia, mata berbinar dan wajah berseri-seri
Akan kuikat dan kugotong atau kuseret-seret ke ruang gelap
Tak berpintu, tak berjendela
Apalagi tirai disana pekat
Dingin dan hampa
Tak ada kehangatan
Tak ada senyuman
Bahkan tanpa keberadaan

Akan ku hantar sang waktu
Kepada ketiadaan membuangnya
Lalu pergi dengan diam membisu
Bila aku berpapasan dengan pencari sang waktu
Pengejar waktu
Pemburu waktu
Penentu waktu
Pengatur waktu
Pencatat waktu
Penunggu waktu
Penjaga waktu
Aku akan diam membatu

Dan bila mereka memaksaku
Mendesakku menangis merengek
Memohon dengan penuh kepiluanku
Dan bila aku menjadi iba
Bila air mataku tak tertahankan
Tak terbendung dan menetes di ujung kakiku,

Biarkan saja menangis
Biarkan saja rasa iba penuhi hati
Biarkan saja air mata menetes membasuh kaki
Lalu diam kembali membisu
Pergi mencari jalan pulang
Dan memeriksa jerat tak terlihatku
Mungkin sudah berhasil
Menangkap langkah sang waktu.
Labels:

Post a Comment

[blogger]
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget