Dalam diam termenung aku
Dan dalam diam ku memandang kelamnya malam
Memandang taburan bintang dilangit hitam
Melihat bayangan di atas wajah kelam
Termenung aku melangkah diperjalanan
Hanya ada renungan yang membayang dipikiran

Apakah ini yang sebenarnya
Sungguh indah dicahaya mata
Tapi entah yang sebenarnya
Seakan sendiri melangkah diperjalanan ini
Mungkin aku tak sendiri
Seandainya dia ada disini
Berbagi rasa yang sama
Meski tak pernah sama
Tapi hanya bayangnya yang selalu menemani
Hiasi malam sepi ini

Memang tak selalu ada yang terbaik dari diri ini
Tapi aku tak akan pernah berpaling darinya
Jiwa, rasa dan kisana
Sanggupkah aku terus terlena
Tanpa ada seorangpun yang menemaniku
Hanya pikiran yang mematung tersirat
Syair ini seutas lintasan dalam pikiranku
Untuk diriku seorang atau juga untuk dirinya
Seperti terbesit heningan diriku
Hanya kepadaNya aku berpulang dan menghiba
Tentang semua yang terjadi dalam perjalanan ini
Karena aku hanya sebidak catur dalam permainan yang telah terciptakan

Tapi semua akan aku lalui
Seperti rambut ini yang kian memutih
Menunggu dan melangkah seorang diri
Seperti untaian bunga krisan yang berguguran
Mata ini memerah menahan tangis
Wahai jiwa, apakah aku sanggup menahan
Menahan semua seorang diri
Seandainya ada dirinya yang menemani
Tapi, apakah itu mungkin
Hanya dalam diam yang jujur menjawab.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top