loading...

Renungan Antara Hati Dan Diri

Renungan Antara Hati dan Diri

Renungan Antara Hati dan Diri
- Membicarakan masalah hati, seolah menerawang ke ruang dimensi yang begitu dalam, dimensi yang sangat tinggi yang sulit untuk dipastikan akan baik dan buruknya. Ketika kita sudah berkutat dengan yang namanya hati, kita tak tahu baik atau buruknya kondisi hati seseorang, karena begitu abstraknya ruang hati ini. Jangankan untuk mengetahui kondisi hati, terkadang kita pun sulit untuk mendefnisikan hati itu sendiri, sperti apa bentuknya? dimana sesungguhnya? dan yang paling ironis, terkadang seseorang bingung , apakah ia memiliki hati atau tidak. Mungkin kita sering mendengar, di tubuh kita ada segumpal daging, ketika ia baik, maka baik pulalah diri kita, dan ketika ia buruk, maka buruk pulalah diri kita.

Pernahkah terlintas pertanyaan dalam diri kita, seperti apakah kondisi hati kita saat ini? Karena begitu tipisnya kondisi benar dan salahnya hati, sampai seseorang tak menyadari kondisi hatinya. Oleh karena itu sahabat, sudahkan kita mengenal hati kita, sudahkah kita faham akan hati kita kita ini, sulit memang untuk mengenal dan memahami hati diri kita sendiri, karena kita berhadapan dengan dimensi yang amat sangat abstrak, tapi bukan berarti kita tidak tahu akan kondisi hati kita. Banyak orang mengatakan bahwa hati adalah raja diri, benarkah? Ya, ia ibarat pusaran inti yang berada dalam diri kita ini, kemana ia berputar, maka yang lainnya mengikuti putaran itu. Ia pun seperti pusat yang memiliki sinar, yang ketika terang maka terang pulalah sekelilingnya, namun ketika ia gelap, maka gelap gulitalah yang lainnya.

Ada apa sebenarnya antara diri dan hati kita? apa yang terjadi selama kita hidup diantara keduanya?, ternyata begitu besar pengaruh hati terhadap diri kita ini, setiap sikap dan tingkah yang ada tak lepas dari peran dari hati ini. Sikap kita menunjukan seperti apa hati kita, itulah ungkapan yang tepat menurut saya. Karena setiap ucap, dan sikap diri, menjadi gambaran isi hati yang ada dalam diri kita, menunjukan seberapa baik dan buruknya kualitas hati kita. Sebuah ungkapan mengatakan, sebuah teko yang isinya air kopi, maka ketika teko itu dituangkan pasti akan mengeluarkan kopi, itulah ungkapan tentang hati dan aktivitas diri kita, buruknya hati akan mengakibatkan buruk pula tingkah kita, dan baiknya hati akan menjadikan sikap dan tingkah kita pun baik.

Seperti dalam sebuah syair lagu “ hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa bertarung ”. Benar, dalam hati kita senantiasa sampai akhir hidup kita ada pertempuran yang setiap detiknya silih berganti kemenangan dan kekalahan, tegantung kwalitas hati dan diri kita saat itu. Pertempuran itu antara pengaruh kebaikan dan pengaruh keburukan, yang setiap saat tak henti-hentinya terus bertarung, beradu pengaruh, siapa yang paling kuat, itulah yang yang berpengaruh, berpengaruh terhadap warna hati, yang tentunya berpengaruh pada pilihan diri, kebaikan atau keburukan, kebenaran atau kesesatan yang muncul, itu semua tergantung siapa yang memenangkan pertarungan, si pahala atau dosa.
Labels:

Post a Comment

[blogger]
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget